19 Mei 2022

KIM KENCANA INDAH BANJAREJO

CERDAS DALAM MENGOLAH INFORMASI

Kampung Kedelai, yaa Banjarejo

Siapa yang tak kenal Kelurahan Banjarejo? Sebuah daerah yang terletak di pinggir kota. Namun, meskipun kota pinggiran tapi kita dikenal sebagai industri kedelai terbesar di Kota Madiun loh..
Kok kedelai? Iya.. karena mayoritas penduduk Kelurahan Banjarejo bergerak dibidang perdagangan olahan kedelai. Adapun produk-produk kita adalah : tahu putih, tahu goreng, tempe kedelai, tempe kripik, maupun tempe gembus (berasal dari limbah tahu).
Mengapa terbesar? Karena di Banjarejo terdapat 6 pabrik tahu dan banyak industri tempe rumahan. 5 pabrik tahu di RT 04 RW 01 yaitu milik Bapak Jalil, Bapak Miswan, Bapak Saiman, Bapak Noer Hawin, Bapak Jumadi, kemudian ada 1 di RT 01 RW 01 yaitu pabrik tahu milik Bapak Sukirman.
Yang menjadi sorotan publik selama ini adalah pembuangan air limbah pabrik-pabrik tersebut. Jangan khawatir, karena pabrik-pabrik ini selalu dipantau oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). DLH memastikan pembuangan air limbah ini dilakukan dengan tepat dan tidak merugikan lingkungan. Selain air limbah, ada juga perasan kedelai yang biasa kita sebut ampas tahu. Ampas tahu sendiri ternyata sangat banyak diburu oleh para pembeli. Mereka memanfaatkan ampas tahu untuk pakan ternak dan pembuatan tempe gembus.
Maka dari itu di Banjarejo juga memiliki beberapa industri tempe rumahan. Pemasarannya pun juga sampai ke luar daerah. Ada yg dipasarkan berupa tempe setengah jadi, tempe kripik, maupun tempe gembus.
Ternyata keberadaan pabrik tahu di Banjarejo ini dapat membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran. Karena karyawannya pun juga banyak yang diambil dari warga setempat. Semoga dalam kondisi pandemi seperti ini kita jadi lebih pandai dalam menciptakan lapangan pekerjaan, saling tolong menolong demi keberlangsungan hidup.

#AKB2020 #KotaMadiun #MadiunKotaPintar