21 Mei 2022

KIM KENCANA INDAH BANJAREJO

CERDAS DALAM MENGOLAH INFORMASI

Pasca Dipercantik, Masjid Kuno Taman Tak Hilangkan Nuansa Klasik

Kota Madiun memiliki banyak peninggalan budaya yang bersejarah, salah satunya Masjid Kuno Taman. Masjid yang memiliki nama asli Donopuro ini dibangun pada tahun 1754 Masehi. Masjid ini selalu ramai dikunjungi setiap hari. Baik untuk melaksanakan ibadah maupun berziarah ke makam para pemimpin Kota Madiun yang dulu.

 

Masjid Kuno Taman telah diperbarui. Yakni dengan penambahan teras pada bagian serambi masjid sehingga masjid tampak lebih luas. Pembangunan ini ssesuai dengan visi dan misi Walikota – Wakil Walikota Madiun (Maidi – Inda Raya) atau yang dikenal dengan Panca Karya, salah satunya Madiun Kota Membangun. Meskipun ada pembaharuan, tak menghilangkan kesan klasik dan estetik pada masjid ini.

Banyak hal yang perlu kita ketahui mengenai sejarah Masjid Kuno Taman ini. Berdasarkan sejarah Madiun, sebelum perang Mataram – Purabaya, tanah yang menjadi tempat berdirinya Masjid Kuno ini, dulunya merupakan hutan belukar dan rawa – rawa. Daerah berawa itu disebut Ngrowo pada tahun 1703. Raden Ayu Puger, istri dari Susuhunan Paku Buwono I  yang berasal dari Madiun berkeinginan membangun Taman Sari disini, kemudian rawa – rawa tersebut dinamakan Taman. Selanjutnya pada tahun 1725, Bupati Mangkudipuro (menjabat 1725 – 1755) membangun makam keluarga dan sebuah masjid di Taman untuk pengembangan agama. Namun Bupati Mangkudipuro tidak dimakamkan disini melainkan di Caruban.

 

Ronggo Prawirodirjo (menjabat 1755 – 1784) yang menggantikan bupati sebelumnya, ingin menjadikan Taman sebagai pusat pemerintahan yang baru menggantikan Kranggan. Namun menurut ahli nujum tempat ini hanya cocok untuk makam, sehingga pusat pemerintahan beralih ke Pangongangan.

Desa Taman ditetapkan sebagai desa bebas pajak dengan bukti penemuan piagam bertuliskan huruf Jawa Arab dengan tinta kuning emas. Pemimpin desa ini bergelar Kiai. Kiai yang pertama bernama Kiai Ageng Misbach.

Terdapat banyak makam di Masjid Kuno Taman ini, antara lain makam Pangeran Dipokusumo (Bupati Madiun 1810 – 1820), Ronggo Prawirodiningrat (Bupati Madiun 1822 – 1861), Raden Ronggo Ariyo Notoningrat (Bupati Madiun 1861 – 1869), Raden Mas Tumenggung Adipati Sosronegoro (Bupati Madiun 1869 – 1879), Raden Mas Tumenggung Sosrodiningrat (Bupati Madiun 1879 – 1885), Raden Aryo Adipati Brotodiningrat (Bupati Madiun 1885 – 1990), Raden Tumenggung Kusnodiningrat (Bupati Madiun 1900 – 1929), Raden Mas Adipati Koesmen (Bupati Madiun 1929 – 1937), dan Raden Ronggo Koesnindar Pudak Sinoempet (Bupati Madiun 1937 – 1953).

 

Meski beberapa kali mengalami pembaruan atau renovasi, bentuk dan beberapa bagian masjid hingga kini masih terjaga keasliannya. Pak Maidi (Walikota Madiun) berencana membuat rangkaian paket wisata cagar budaya, salah satunya Masjid Kuno Taman ini. Yuk mari bersama kita jaga kelestarian peninggalan budaya Kota Madiun.

#AKB2020 #KIMBanjarejo #KotaMadiun #Kominfo