20 Mei 2022

KIM KENCANA INDAH BANJAREJO

CERDAS DALAM MENGOLAH INFORMASI

TPA Miftahul Huda RW 1 Gelar Makan Bersama Memperingati Maulid Nabi

Usai acara khataman Al – Qur’an pada Kamis (29/10) silam, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Miftahul Huda RT.4 / RW.1 Kelurahan Banjarejo menggelar acara tasyakuran dengan makan bersama para santriwan/santriwati, ustad dan ustadzah pengajar. Kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara hari ini cukup ramai karena dihadiri 54 santri dan 5 Ustadz/Ustadzah pengajar yang hadir.

 

Ustadz Syaiful Rohman, S.Pd membuka acara dengan tausyiah. Beliau mengajak para santri untuk meneladani sifat Rasulullah SAW. Di sela – sela tausyiah, beliau juga menceritakan tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan perjuangannya dalam menegakkan Islam. Nabi Muhammad SAW dilahirkan hari Senin, 12 Rabiul Awal tepatnya pada tahun Gajah. Disebut dengan tahun Gajah karena pada saat itu pasukan gajah dipimpin oleh Abrahah hendak menyerbu dan merobohkan Ka’bah. Namun pasukan gajah tersebut dihancurkan oleh kawanan burung Ababil yang membawa batu panas atas izin Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW dibesarkan oleh Ibunya yang bernama Siti Aminah karena ayahnya meninggal sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Kemudian diasuh oleh kakeknya karena ibunya meninggal. Selang 2 tahun bersama sang kakek, Nabi Muhammad SAW pun diasuh oleh pamannya karena kakeknya meninggal. Meski hidup sulit, namun Rasulullah bisa hidup dengan baik bersama pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad SAW mendapat Wahyu pertama di Gua Hira berupa surat Al – Alaq ayat 1 – 4 yang disampaikan oleh malaikat Jibril.

 

Setelah menyampaikan tausyiah, Ustadz Syaiful Rohman, S.Pd mengajak para santri untuk berdiri membentuk lingkaran dan mengucapkan sholawat Nabi. Para santri pun kompak dan sangat antusias mengikuti sesi acara tersebut yang dikomando Ustadz Syaiful Rohman, S.Pd.

Kemudian dilanjutkan dengan acara tanya jawab untuk mengulas materi yang disampaikan saat tausyiah tadi. Ustadz Syaiful Rohman, S.Pd memberikan beberapa pertanyaan kepada santri, jika ada yang menjawab benar maka akan mendapatkan poin. “Dimanakah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali?” tanya Ustadz Syaiful Rohman. Salah satu santriwati bernama Nickayla Faraliska mengangkat tangan dan menjawab dengan benar, “Gua Hira”. Fara (nama panggilan) pun mendapatkan poin.

Pada sesi terakhir, para santri diajak untuk makan bersama guna mengajarkan rasa kebersamaan dan menumbuhkan jiwa sosial. Sebelum makan, para santri mencuci tangan dan berdoa terlebih dahulu. Para santri pun makan dengan lahap dan bersyukur atas makanan yang diberikan. Setelah makan, para santri pun mencuci tangan. Ustadzah Sunarti mengingatkan kepada para santri agar membuang sampah pada tempatnya. Dengan hal seperti ini, para santri sudah diajarkan cara menjaga lingkungan dengan baik. “Adik – adik, setelah makan minta tolong bungkusnya dibuang di tempat sampah ya!” kata Ustadzah Sunarti. Para santri pun menuruti instruksi tersebut. Yedik Widyatmoko, salah satu santriwan yang menjabat sebagai ketua merasa sangat senang dengan acara tersebut. “Saya sangat senang dengan adanya acara ini, kami bisa berkumpul bersama dan makan bersama serta mendapatkan ilmu baru dari Ustadz maupun Ustadzah.” ujar Yedik.

 

Besok hari Sabtu (31/10) akan dilaksanakan lomba mewarnai. “Besok jangan lupa membawa krayon sendiri – sendiri ya! Tidak usah membawa kertas gambar karena sudah disediakan!” kata Ustadzah Sunarti sebelum acara ditutup. Setelah acara ditutup, para santri pun pulang ke rumah masing – masing.